Sekjend Charoen Pokhpand Foundation Andi Magdalena Siadari menyampaikan kegiatan ini mengambil konsep Guru “Ideal” (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, Ber-Akhlak mulia dan Berbudi Luhur) mereka antusias datang sejak pagi tadi.
Materi khusus tentang pendidikan karakter tim fasilitator yang berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pun didapatkan. “CSRnya Charoen Pokphand kebanyakan 80% untuk pendidikan, tapi kami tidak pernah menyentuh guru, kebanyakan menyentuh Infrastruktur, Beasiswa,” ungkap Andi Magdalena Siadari, Managemen PT Charoen Pokphand Indonesia.
Dipilihnya penguatan pendidikan karakter untuk para guru, setelah PT Charoen Pokphan bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang telah melakukan survey kepada guru di Jawa Tengah. “Besok diajarin bagaimana menahan emosi, lapangan di luar bagaimana, dia harus mengajar juga, emosi dari orang tua, dari murid-lah yang bagaimana macam, sangat baik,” tambahnya.
Regional Head Charoen Pokphand Sumbagut Bethman Siagian menambahkan, program CSR dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat terutama dari tenaga pendidikan. “Dari acara CSR terasa di masyarakat, terutama di bidang guru. Guru bisa menjadi sarana di masyarakat,” tambah Bethman.
Pj Sekretaris Daerah Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, mengharapkan, adanya program CSR untuk pendidikan karakter guru ini, dapat mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter. (Lanjut di kolom komentar)


