Pemko Padangsidimpuan Bersama Forkopimda Berikan Paket Sembako di 4 Kecamatan

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Padangsidimpuan menyerahkan secara simbolis program jaring pengamanan sosial Covid-19 yang hari ini mulai serentak disalurkan di 4 Kecamatan di Kota Padangsidimpuan, Selasa (21/4). Wako Irsan Efendi bersama Forkopimda menyerahkan secara simbolis kepada warga di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Bantuan Paket Sembako dan Masker diberikan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui bulan suci Ramadan ditengah wabah pandemi ini. “Ditengah keprihatinan kita bersama, memasuki bulan Suci Ramadan kita masih dihadapkan Sebuah Wabah Pandemi Covid-19, untuk itu Pemerintah Kota Padangsidimpuan telah menyiapkan sebanyak 16.000 Paket Sembako untuk membantu meringankan beban ekonomi bagi warga yang terdampak COVID-19,” ucap Wako Irsan. Irsan juga menegaskan, bilamana ada masyarakat yang belum dapat bantuan dan belum terdata, segera sampaikan kepada kepling ataupun lurah agar diverifikasi, Pemerintah Kota Padangsidimpuan masih menyediakan bantuan tersebut, ucapnya. Kami, bersama-sama dengan Ibu Kapolres, Pak Dandim, Pak Kejari, Pak Ketua Pengadilan berharap wabah ini secepatnya berakhir, sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. “Namun dimasa seperti ini, untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona kami tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan masyarakat untuk mengurangi interaksi sosial, physical distance, bilamana ada keperluan yang mendesak untuk keluar rumah hendaklah tetap memakai masker, jaga kebersihan dan kesehatan,” pinta Wako Irsan. @Sumber : Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Setdako Padangsidimpuan

Wako Padangsidimpuan Pimpin Rapat Persiapan Bulan Suci Ramadhan

Walikota Padangsidimpuan Rapat Dengan Kementerian Agama dan MUI terkait kesiapan menyambut bulan Suci Ramadhan, Senin (20/4) di Aula Kantor Walikota. Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution memaparkan kondisi dari 51 ODP yang mempunyai riwayat kontak erat dari PDP 01, ada 6 Orang yang reaktif. 1 diantaranya masih dibawah umur dan perlu pendampingan orang tua, sehingga dilakukan karantina mandiri dirumah dan diperlakukan khusus. “5 Orang yang lainnya hari ini akan dilakukan karantina di Gedung Medis dan Para medis di Palopat Pijorkoling selama 14 hari kedepan”, ucap Wako. Status kota Padangsidimpuan, sesuai instruksi Presiden agar membentuk gugus tugas dan menetapkan status bencana. Kemudian, untuk status kota Padangsidimpuan mulai 19 Maret ditetapkan (Siaga Bencana), tanggal 5 April s/d 18 April ditetapkan (Tanggap Darurat) dan akan diperpanjang hingga 21 hari kedepan. Bicara tentang tanggap darurat adalah menjadi tanggung jawab pemerintah, segala aspek yang menjadi dampak antara lain dampak sosial, dampak ekonomi, dan dampak kesehatan akan hadapi pemerintah. Status Tanggap darurat ini kita lihat setelah memperhatikan aspek ekonomi dan sosial. Sehingga memudahkan langkah pemerintah untuk dapat menggunakan jaring pengaman sosial sekitar 16rb Kepala Keluarga akan kita bagikan sembako, harapan kita sebelum 1 ramadhan sudah selesai dibagikan seluruhnya. Beliau juga menyampaikan sebuah gagasan peraturan Walikota untuk melakukan karantina selama 14 hari bagi pelaku perjalanan dari zona merah dan transmisi lokal. Sehingga mengurungkan niat bagi yang berencana pulang ke Kota Padangsidimpuan, karena kendatipun pulang maka akan dikarantina dan tidak akan bertemu dengan keluarga. Penutupan tempat-tempat hiburan malam akan dilakukan, Ibu Kapolres juga sangat mendukung langkah tersebut, pemerintah akan menutup tempat hiburan malam. Wako Irsan juga menegaskan, tidak akan melakukan intervensi atas himbauan yang telah dibuat oleh MUI Padangsidimpuan, kedatangan Para Ulama ini juga sekaligus memberikan kekuatan bagi kami di Gugus Tugas untuk melakukan langkah-langkah yang tepat kedepannya. “Kami yakin, semua himbauan yang dibuat Para Ulama adalah yang terbaik untuk umat, masyarakat kota Padangsidimpuan. Hal-hal tersebut yang menjadi poin yang diajukan maupun yang dipertanyakan oleh Ulama dan Kemenag Padangsidimpuan pada rapat tersebut. Ketua MUI Drs. H Zulfan Efendi Hasibuan menyampaikan dalam melakukan ibadah shalat tarwih selama bulan suci ramadhan akan tetap dilaksanakan namun disederhanakan menjadi 11 Rakaat saja. Dan mesjid akan melengkapi fasilitas yang sesuai protokol kesehatan. Mudah-mudahan do’a umat di Bulan Suci Ramadhan ini di ijabah Allah SWT sehingga Wabah Pandemi ini tidak datang di Kota Padangsidimpuan. Muhammadiyah juga menyampaikan inisiatif untuk melalukan pengumpulan Zakat Fitrah mulai 1 Ramadhan, untuk membantu kaum duafa dalam menghadapi covid-19. Turut hadir, Sekdako Letnan Dalimunthe, Para Asisten, Ketua MUI, Mewakili Kakan Kemenag, Ketua FKUB, Ketua PC NU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua BKPMRI. @Sumber : humaskotapadangsidimpuan

Tim Dokter RSUD Mengindikasi Covid-19 Sudah Ada Di Padangsidimpuan

Tim Dokter Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan nyatakan tidak pernah mengambil contoh cairan lendir (swab) Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 yang telah meninggal dunia dan dimakamkan di Medan. “Kita tidak ada mengambil contoh swab, sehingga tidak bisa memberikan hasil positif atau negatif. Namun kami pastikan tim telah bekerja sesuai protokol,” tegas dr. Roni dan dr. Nina pada confrence di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Padangsidimpuan, Minggu (19/4) sore. Penegasan ini bertujuan untuk mengakhiri polemik yang berkembang. Sehingga tidak ada lagi kesimpang siuran informasi di tengah masyarakat dan semua upaya penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 bisa berjalan dengan baik. Dr. Nina menambahkan, setelah 14 hari menjalani masa isolasi pertama, terhadap 51 orang Kontak Erat dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 01 Kota Padangsidimpuan telah dilakukan uji darah lewat Rapid Test. Hasilnya, 11 orang dinyatakan reaktif. “Termasuk seorang perawat Tim 1 yang ikut menangani PDP 01 saat diisolasi di RSUD Padangsidimpuan. Adapun PDP 01 itu telah meninggal dunia ketika dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan,” katanya. Kemudian terhadap PDP 02 yang telah menjalani masa isolasi pertama di RSUD Sidimpuan juga telah dilakukan Rapid Test ketiga, hasilnya reaktif. Karena itu, PDP 02 dan seluruh Kontak Erat PDP 01 yang dinyatakan reaktif ini akan dilakukan isolasi masa kedua. Isolasi mandiri akan dilakukan selama 14 hari di rumah masing-masing tetap dengan mempedomani protokol penanganan Covid-19. Kemudian atas perkembangan ini, Tim Dokter telah melaporkannya kepada Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Padangsidimpuan. Berdasarkan perkembangan yang terjadi saat ini, dr. Nina mengindikasikan bahwa Kota Padangsidimpuan telah terpapar Covid-19. Artinya, virus itu terindikasi sudah masuk dan ada ke kota ini. Kepada seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan, saya mengimbau agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat setiap hari. Turut berperan memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan biasakan cuci tangan, tetap di rumah, pakai masker di luar rumah, dan jaga jarak, Ungkap dr. Nina.   @Sumber : Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Setdako Padangsidimpuan

Isu adanya pembagian sembako, puluhan abang Becak berkumpul di depan kantor Walikota Padangsidimpuan

Isu adanya pembagian sembako gratis, puluhan abang parbetor (Abang Tukang Becak) berkumpul di depan kantor Walikota Padangsidimpuan, Jum’at (17/04/2020). Kedatangan abang parbetor tersebut dimulai pada pukul 11.30 WIB dan kemudian berkumpul semakin banyak setelah selesai sholat Jum’at. Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution beserta Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Juliani Prihartini yang juga turut menemui para tukang becak mengatakan bahwa benar Pemerintah akan membagikan sembako bagi keluarga terdampak Covid – 19. “Saat ini pemerintah sedang bekerja, mendata dan menghitung jumlah keluarga yang terdampak akibat virus corona” ucap Walikota. Walikota melanjutkan, pemerintah juga merasakan dampak virus corona ini telah membuat roda perekonomian berhenti, “Kami faham, dan juga merasakan itu” jelas Walikota. “Pemerintah sedang bekerja, akan tetapi mekanisme yang ditempuh berbeda – beda sesuai dengan wilayah tinggal kita. Padangsidimpuan memiliki 79 kelurahan dan desa, pemerintah memastikan sepanjang dia merupakan keluarga terdampak, mereka akan mendapatkan bantuan yang sama, dan bantuan tersebut akan dibagikan selasa dan rabu mendatang” terang Walikota. Walikota irsan juga mendorong agar para tukang becak segera melaporkan diri ke Lurah dan Kepala Desa Masing – Masing. Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini mengakui bahwa benar Polres Padangsidimpuan membagikan sembako, akan tetapi itu merupakan bantuan yang dikumpul atas inisiatif anggota kepolisian di Polres Padangsidimpuan. “Sumbangan tersebut merupakan inisiatif anggota, mereka menyisihkan sebagian dari rezekinya untuk membantu sesama yang benar – benar membutuhkan, seperti Jum’at lalu, kita juga membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, itu merupakan wujud kecintaan dan peduli kami kepada sesama” ucap Kapolres. @Sumber : Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Setdako Padangsidimpuan